Langsung ke konten utama

Postingan

kata baku dan kata tidak baku

Suka atau tidak suka, sebagai penulis buku, Anda mesti menggunakan kata baku. Mengapa? Karena bila menggunakan kata baku, Anda menulis dengan tertib sehingga tulisan Anda lebih profesional. Tidak percaya? Coba saja Anda gunakan kata-kata tidak baku dalam buku Anda, lalu buku tersebut Anda kirimkan ke penerbit mayor. Saya berani mengatakan, editor akan mencoret-coret buku Anda. Bukan tidak mungkin, ia akan menolak mentah-mentah buku tersebut. “Saya tahu manfaat kata baku. Namun, saya pusing sekali mengingatnya karena banyak jumlahnya”, keluh Anda. Saya paham masalah Anda. Saya pun tidak membantah bahwa kata baku dalam bahasa Indonesia jumlahnya banyak. Solusinya? Untuk tahap awal, Anda sebaiknya mengetahui contoh kata baku dan tidak baku di bawah ini.

Kata Serapan Bahasa Asing Kedalam Bahasa Indonesia

       Sebagian besar bahasa yang ada di dunia pasti dipengaruhi oleh bahasa lainnya, bahasa Indonesia juga mengalami hal yang sama. Pengaruh tersebut biasanya datang dari bangsa berbahasa lain yang pernah mengunjungi daerah tersebut. Dalam konteks bahasa Indonesia, pengaruh tersebut terutama datang dari bangsa yang pernah menjajah negeri ini, seperti Belanda, Inggris, Portugis dan Jepang. Selain dari bangsa penjajah, pengaruh juga datang dari bangsa yang pernah berdagang dengan penduduk negeri ini, seperti Arab, Cina, Persia, dan India. Bahasa Sansekerta juga memberikan pengaruh karena bahasa ini dijadikan sebagai bahasa sastra dan perantara dalam penyebaran agama Hindu dan Buddha. Seluruh pengaruh tadi membentuk kata-kata serapan dalam bahasa Indonesia yang dipakai hingga saat ini.         Telah berabad-abad lamanya nenek moyang penutur bahasa Indonesia berhubungan dengan berbagai bangsa di dunia. Bahasa Sanskerta tercatat terawal dibawa masuk...